REDESAIN PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM TOLERAN DAN PLURALIS DI PONDOK PESANTREN (Studi Konstruktivisme Sikap Kiai dan Sistem Nilai di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo)

S. Mahmudah Noorhayati

Abstract


 

Bahasa Indonesia:

Sebagaimana telah jamak diketahui bahwa salah satu bagian dari pesantren adalah nilai-nilai atau sikap pendirian dari seorang kiai yang sangat dominan dalam membentuk identitas santrinya. Nilai-nilai tersebut tidaklah cukup disampaikan secara jalur penyampaian pengajaran lisan, tetapi juga harus diaktualisasikan, didesain ulang, dan diimplementasikan dalam ruang proses yang lebih luas. Artikel ini membahas tentang pencapaian dibalik penanaman nilai, pemodelan dan indoktrinasi dalam pesantren, utamanya dalam hal pendirian kiai dalam sikap toleransi dan keberagaman budaya. Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi subjek dalam penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi di lapangan, data yang didapatkan dianalisa dalam bingkai kerja teori konstruktivisme Peter L. Berger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid membangun nilai-nilai toleransi dan penghargaan keberagaman budaya melalui pandangan sufisme dan disampaikan melalui pemodelan pandangan kiai dalam aktifitas sehari-hari dan kejadian-kejadian yang tidak direncanakan.


English:

It is the fact that one of ubiquitous element of pesantren is kiai’s dominant values or stance in developing santri’s identity. Those values is not enough merely delivered in oral transmission, but those have to be actualized, redesigned, and reimplemented in wider social contexts. This article deals with the achievement beyond the cultivation of values, modelling, and indoctrination inside pesantren, specifically in terms of kiai’s stances towards tolerance and multiculturalism. Pondok Pesantren Nurul Jadid becomes the subject of this research. Approached by phenomenological field work, collected data is analized within Peter L. Berger constructivism framework. This study shows that Pondok Pesantren Nurul Jadid constructs values of tolerance and multiculturalism through sufism views which is delivered through modelling by kiai in daily routines and accidental cases.


Keywords


Tolerance Education; Pesantren; Peace Culture;

Full Text:

PDF

References


Asrohah, Hanun. Transformasi Pesantren Pelembagaan Adaptasi, dan Respon Pesantren Dalam Menghadapi Perubahan Sosial. Jakarta: Dwiputra Pustaka Jaya, 2013.

Azra, Azzumardi. Pendidikan Islam; Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Millenium III. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2012.

Bawani, Imam. Tradisionalisme dalam Pendidikan Islam. Surabaya: Al Ikhlas, 1993.

Berger, Peter L. The Sacred Canopy; Elements of a Sociological Theory of Religion. New York; Anchor Books, 1967.

Bruisennen, Martin Van. “Tradisional and Islamist Pesantrens in Contemporary Indonesia” dalam Fasrish A Noor ed. Madrasa in Asia; Political Activism and Transnational Linkages. Amsterdam; Amsterdam University Press, 2008).

Esposito, J. The Future Of Islam. New York: Routledge, 2003.

Fealy, Greg., dan Bubablo. Jejak Kafilah, terj Akh. Muzaki. Bandung; Mizan, 2001.

Hefner, Robert W. Making Modern islam Politic of Education in South Asia. USA: Hawai University Press, 2009.

Holilurrahman. “Reintegrasi Ilmu, Agama, Agen, dan Fondasi Pendidikan Islam (Telaah Pemikiran KH. Hasyim Muzadi)” dalam Jurnal Kependidikan Islam Vol 1 Edisi 3.

Madjid, Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren. Jakarta: Dian Rakyat-Paramadina, tt.

Mas’ud, Abdurrahman. Memahami Agama Damai Dunia Pesantren, dalam Badrus Sholeh (Ed), Budaya Damai Komunitas Pesantren. Jakarta: LP3ES, 2007.

Moesa, Ali Machsan. Nasionalisme Kiai. Yogjakarta; LKiS, 2005.

Mursyid. “Strategi Pengembangan Nilai Toleransi dalam Pendidikan Pesantren (Studi Tindakan Sosial Dalam Menyikapi Pluralitas Agama Dan Paham Keagamaan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan Nurul Jadid Paiton Jawa Timur)”. Disertasi, Surabaya: PPS IAIN Sunan Ampel, 2007.

O’Donnell, Mike. “The Social Construction Of Youthful Musculinities” dalam Stephen Ball The Routledge Falmer Reader of Sociology of Education. New York; Routledge Falmer, 2004.

Rahardjo, Dawam. Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES, 1985.

Soebahar, Abdul Halim. Kebijakan Pendidikan Islam dan Poblematika Kekinian. Makalah Stadium General Program S3 IAIN Jember 2017.

Tan, Charlene. Islamic Education and Indoctrination; The Cases In Indonesia. New York, Routledge, 2011.

TM, Fuaduddin. “Diversifikasi Pendidikan Pesantren : Tantangan dan Solusi”, dalam Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, Volume 5 Nomor 4, Oktober – Desember 2007.

Ujan, Andre Ata. Multikulturalisme Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan. Jakarta: Indeks : 2011.

Wahid, Abdurrahman. “Pesantren Sebagai Sub-Culture Pendidikan di Indonesia” dalam M. Dawam Rahardjo (ed), Pergulatan Dunia Pesantren, Membangun dari Bawah. Jakarta: P3M, 1985.

Wahid, Abdurrahman. Pondok Pesantren Masa depan, dalam Said Agil Siraj at all, Pesantren Masa Depan Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Bandung: Pustaka Hidayah, 1999.

http://www.nu.or.id/post/read/69419/ketika-kh-hasyim-asyari-turunkan-bedug-untuk-hormati-tamu.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jpai.2017.5.1.1-20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeks:

Jurnal Pendidikan Agama Islam; address: UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. A. Yani 117 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237; email: jpai@uinsby.ac.id

issn(p) 2089-1946 & issn(e) 2527-4511



View My Stats