PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA (Studi Kasus MTs Hasanah Surabaya)

Muchammad Ainul Yaqin

Abstract


Bahasa Indonesia:

Dalam tulisan ini penulis meneliti tentang jenis kenakalan siswa, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana usaha sekolah dalam menanggulanginya melalui internalisasi Pendidikan Agama Islam. Dari data yang diperoleh, penulis memberikan kesimpulan bahwasannya keadaan nyata kenakalan siswa MTs Hasanah masih tergolong biasa dan tidak berbahaya seperti membolos, terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan PR, membuat gaduh dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa sering kali disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua (broken home), pengaruh teman sepermainan dan dari diri mereka sendiri karena malas dan takut dengan guru. Sebagai upaya usaha pihak sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa dengan tiga cara yaitu secara preventif, represif dan kuratif. Preventif yang dianggap cukup berhasil adalah mengadakan pendekatan dengan orang tua atau wali siswa. Sedangkan cara represif yang cukup berhasil adalah dengan pemberian hukuman yang mendidik. Cara kuratif yang dianggap cukup berhasil adalah tradisi silaturrahim ke rumah siswa dengan diiringi kegiatan kegamaan dan penanaman nilai-nilai keteladanan.

 

English:

This paper deals with juvenile delinquency in many types, the antecedent factors, and how the school deals with the problem through Islamic Education as a school subject. The findings show that the delinquency level in the madrasah is still in the common level, and not dangerous, such as skipping classes, coming late to school, skipping homeworks, convulsing behaviors, etch. Several factors causing the behaviors are deserving parents’ attention (due to broken home), influence of peer friends, laziness, and being uncomfortable with teacher presence. The school deals with the problems mainly in three ways: preventive, repressive, and curative. The prevention is considered more fruitful due to the school approaches to the parents or those responsible to the students at home. Educative punishment is considered successful enough. Last, the curative also takes effect enough through the silaturrahim tradition along with religious activities and inserting values through personal modelling.


Keywords


Islamic Education; Juvenile Delinquency; Reinternalization; Personal Modelling;

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abrasyi (al), M.Athiyah. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1993), 1.

Arifin, H.M. Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Jakarta: Golden Terayon, 1987.

Basri, Hasan. Remaja Berkualitas,Problematika Remaja dan Solusinya. Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

Darajat, Zakiah. Kesehatan Mental. Jakarta: Haji Masagung, 1990.

___________________Siswa; Harapan dan Tantangan, Jakarta : Ruhama, 1994.

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Diponegoro, 2000.

Ghony, M. Djunaidi. “Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan”. Jurnal El-Hikmah, Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Vol. 3 No.2. Januari 2006.

Hafidhuddin, Didin. Membentuk Pribadi Qur’ani. Bandung : Harakah, 2002.

Majid, Abdul dan Andayani, Dian. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Rosda Karya, 2004.

Muhammad (Ed). Re-Formulasi Rancangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Nur Insani, 2003.

Poerwadarwminta, WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1976.

Sarwono, Sarlito Wirawan. Psikologi Siswa. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1999.

Simanjutak, B. Pengantar Kriminologi dan Sosiologi. Bandung: Tarsito, 1977.

Soma, Safari. Menanggulangi Remaja Kriminal, Islam Sebagai Alternatif. Bogor : Bintang Tsurayya, 1995.

Sunarto. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta, 1999.

Sutikno, “Pola Pendidikan Islam dalam Surat Luqman Ayat 12-19”. Jurnal Pendidikan Agama Islam (JPAI) FTK UIN Sunan Ampel Surabaya, Vol. 1. No. 2 (2013).

Syirazi, Nashir Makarim. Gejolak Kaum Muda. Jakarta: Lentera, 1999.

UUSPN Nomor 20 Tahun 2003, BAB II,Pasal 3.

Walgito, Bimo. Kenakalan Remaja. Bandung: Karya Nusantara, 1982.

Wijaya, Saifudin Sastra. Beberapa Permasalahan Tentang Remaja. Bandung: Karya Nusantara, 1975.

Willis, Sofyan S. Siswa dan Masalahnya. Bandung : Alfabeta, 2005.

Yunus, Mahmud. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Jakarta: Hidarkarya Agung, 1983.

Zuhairini. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.

http://surabaya-metropolis.com/serba-kota/gaya-hidup/kenakalan-remaja-gaya-hidup-menyimpang.html. Diakses pada 20 November 2016.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jpai.2016.4.2.293-314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeks:

Jurnal Pendidikan Agama Islam; address: UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. A. Yani 117 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237; email: jpai@uinsby.ac.id

issn(p) 2089-1946 & issn(e) 2527-4511



View My Stats