DEMOKRATISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN KH. ABDUL WAHID HASYIM

Moh. Ismail

Abstract


Bahasa Indonesia:

Perkembangan demokrasi dalam masyarakat menghendaki pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat terutama peserta didik. Pendidikan model lama yang menganggap peserta didik sebagai gentong yang diisi semuanya oleh pendidik atau yang oleh Paulo Friere dikatakan dengan sistem bank, perlu diganti dengan sistem pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan rakyat (people empowerment). Pada dasarnya, prinsip demokrasi itu memberi hak semua orang untuk mengambil keputusan dan memandang semua orang mempunyai posisi yang setara. Oleh karena itu, dalam demokrasi harus ada yang namanya kebebasan, harus ada penghormatan akan martabat orang lain, harus ada persamaan dan juga harus dapat menjamin tegaknya keadilan. Di Indonesia, KH. Abdul Wahid Hasyim berusaha menghadirkan konsep pendidikan Islam yang demokratis dalam rangka menjembatani permasalahan-permasalahan sosial terkini yang ada. Pendidikan Islam yang demokratis memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk terlibat langsung dalam mengembangkan kemampuannya, sehingga siswa bisa menjadi manusia yang kritis dan kreatif.

 

English:

The development of democratic society deserves education based upon societal needs, especially from students’ need perspectives. Traditional education with -in Freire’s terms- Banking education needs to be substituted by people empowerment education. Basically, democracy provides every individual the same rights to decide as everyone is in the equal position. Therefore, freedom is required in democracy as well as respects to others, and justice guarantee. Indonesia’s KH. Abdul Wahid Hasyim attempts to display democratic Islamic education in purpose of solving contemporary social problems. The education provides opportunity to every students in directly involving activities for skill development; therefore the students are able to be more critical and creative.

 


Keywords


Democratization; Islamic Education; KH. Abdul Wahid Hasyim;

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Arif, Moch. Choirul. K.H. Abdul Wahid Hasyim (1914-1953). Wawasan Keislaman dan Kebangsaan. Tesis. Surabaya: Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2003.

Assegaf, Abd. Rachman. Politik Pendidikan Nasional: Pergeseran Kebijakan Pendidikan Agama Islam dari Praproklamasi ke Reformasi. Jogjakarta: Kurnia Kalam, 2005.

Atjeh, Aboebakar. Sedjarah K.H.A. Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar. Jakarta: Panitya Buku Peringatan Alm. K.H.A. Wahid Hasjim, 1957.

Basri, Hasan. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2009.

Darajat, Zakiah. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Bumi Aksara, 2008.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES, 2011.

Fadeli, Soeleiman., dan Subhan, Mohammad. Buku I Antologi NU Sejarah-Istilah-Amaliah-Uswah. Surabaya: Khalista, 2007.

Feisal, Yusuf Amir Feisal. Reorientasi Pendidikan Islam. Jakarta : Gema Insani Pres, 1995.

Listiana, Heni. “Dinamika Politik Pendidikan Guru Agama Islam Pada Masa Orde Lama”. Jurnal Pendidikan Agama Islam (JPAI) FTK UIN Sunan Ampel Surabaya, Vol 1, No 2 (2013).

Mas’ud, Abdurrahman. Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik; Humanisme Religius Sebagai Paradigma Pendidikan Islam. Yogyakarta : Gama Media, 2002.

Marimba, Ahmad D. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: al-Maarif, 1962.

Nuryanto, Agus. Islam, Teologi Pembebasan, dan Kesetaraan Gender; Studi atas Pemikiran Asghar Ali Engineer. Yogyakarta : UII Press, 2001.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat (2).

Rahardjo, Mudjia. Pemikiran Kebijakan Pendidikan Kontemporer. Malang: UIN-MALIKI PRESS, 2010.

Rifai, Muhammad. Wahid Hasyim. Yogyakarta: Garasi, 2009.

Roziqin, Badiatul Roziqin. “KH. Abdul Wahid Hasyim Menjabat Menteri Agama Tiga Periode”, dalam 101 Jejak Tokoh Islam Indonesia. Yogyakarta: e-Nusantara, 2009.

S.A.P, Rangga Sa’adillah. “Pendidikan Karakter menurut KH. Wahid Hasyim”. Jurnal Pendidikan Agama Islam (JPAI) FTK UIN Sunan Ampel Surabaya Vol. 3. No. 2 (2015).

Sanusi. K. H. A. Wahid Hasyim Mengapa Memilih NU? Konsepsi Tentang Agama, Pendidikan dan Politik. Jakarta: Inti Sarana Aksara, 1985.

Sirozi, M. Politik Pendidikan: Dinamika Hubungan antara Kepentingan Kekuasaan dan Praktik Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.

SM, Ismail. Pendidikan Islam, Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2000.

Tilaar, H.A.R. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Yamin, Moh. Menggugat Pendidikan Indonesia. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2009.

Zaini, Achmad. K.H. Abdul Wahid Hasyim Pembaru Pendidikan Islam. Jombang: Pesantren Tebuireng, 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jpai.2016.4.2.315-336

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeks:

Jurnal Pendidikan Agama Islam; address: UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. A. Yani 117 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237; email: jpai@uinsby.ac.id

issn(p) 2089-1946 & issn(e) 2527-4511



View My Stats