KODE ETIK GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PENDIDIK; REAKTUALISASI DAN PENGEMBANGAN KODE ETIK GURU DI MADRASAH ALIYAH DARUL AMIN PAMEKASAN

Akhmad Zacky AR

Abstract


Bahasa Indonesia:

Dalam profesi keguruan terdapat kode etik untuk menjunjung tinggi martabat profesi, untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan anggotanya, untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi, untuk meningkatkan mutu profesi dan untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Dengan kode etik, guru diharapkan mampu berfungsi secara optimal dan profesional, terutama dalam mengembangkan karakter dan budi pekerti anak didik dan menjunjung wibawa lembaga serta profesi pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan penerapan kode etik sekolah di MA Darul Amin Pamekasan dan bagaimana kode etik sekolah bisa meningkatkan profesionalitas dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan dan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan sumber data dari kepala sekolah MA Darul Amin pamekasan, guru dan sumber sekunder yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kode etik sekolah di MA Darul Amin  Pamekasan merupakan cara dalam peningkatan profesionalitas guru agar taat  kepada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati oleh pihak pengelola MA Darul Amin Pamekasan. Kode etik  guru yang dikembangkan menjadi kode etik sekolah diangggap metode yang efektif dalam proses peningkatan profesionalitas guru di sekolah ini.

 

English:

There is a set of ethical codes in the teaching profession in purpose of upholding professional values, maintaining the prosperity for the members, increasing service quality as well as professional and organizational quality. With the ethics, this is a big hope that teachers can work optimally and professionally in developing students’ character as well as institutional legitimation and teaching profession. This research is aimed to describe the implementation of ethical codes in Islamic High School Darul Amin Pamekasan and how the ethics improves professionalism in learning process. In this descriptive-qualitative research, the primary information comes from the school principal, teachers, and other relevan resources. The finding shows that the ethical code is a way of monitoring and controlling teacher to improve their professionalism based upon agreement in the school. The teacher ethical code is then translated and developed as the school ethical code which is effectively improve the teacher professionalism.


Keywords


Teacher Ethical Code; Professionalism; Educator; Reactualization;

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Bafadal, Ibrahim. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara, 2004.

Dirawat., Lembari, Busro., dan Fachrudi, Soekarno Indra. Pengantar Kepemimpinan Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, 1981.

Djamarah, Syaiful Bahri. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta, 2000.

Gardon, Thomas dan Mudjito. Guru yang Efektif. Jakarta: Rajawali, 1990.

Hadiatmadja, R.A. Soepardi. Pedidikan Sejarah Perjuangan PGRI (PSP PGRI), Jilid II, III, IV, V. Semarang : IKIP PGRI, 1998.

Hadiyanto. Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

Lillie, William. An Introduction to Ethics. New York : Barnes and Noble, 1996.

Mansor (al), Ansory. Jalan Kebahagiaan yang Diridhai. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1997.

Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

____________. Menjadi Kepala Sekolah Profesional dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.

Oesma, Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992.

Pantiwati. Upaya Peningkatan Keprofeionalan Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang, tt

Purwanto, M. Ngalim, Administrasi dan Suprvisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993.

_________________________. Administrasi Pendidikan. Yogyakarta: Mutiara, 1984.

Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar Pedoman Bagi Guru dan Calon Guru, Edisi I. Jakarta : Rajawali, 1992.

Soetjipto & Kosasi, Raflis. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta, 1999.

Soetomo. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya : Usaha Nasional, 1993.

Soetopo, Hendiyat., & Soemanto, Wasty. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara, tt.

Subagyo. Pendidikan Kewarganegaraan. Semarang : IKIP Semarang Press, 2002.

Sudjana, Nana. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Dunia, 1989.

Sutomo. Profesi Kependidikan. Semarang : IKIP Semarang Press, 1998.

Tim Pembina Mata Kuliah Didaktik Metodik/ Kurikulum IKIP Surabaya, Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM, Edisi I. Jakarta: Rajawali, 1989.

Vembriato, ST. Kapita Selekta Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Pendidikan Paramita, 1984.

Wijaya, Cece. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar-Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991.

http: // www. Suara Pembaruan.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jpai.2016.4.2.271-292

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeks:

Jurnal Pendidikan Agama Islam; address: UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. A. Yani 117 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237; email: jpai@uinsby.ac.id

issn(p) 2089-1946 & issn(e) 2527-4511



View My Stats