PENDIDIKAN KARAKTER: UPAYA MEMBENTUK GENERASI BERKESADARAN MORAL

  • Much. Arif Saiful Anam Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Pendidikan Karakter, Kesadaran Moral, Generasi Bangsa

Abstract

The post-reform moral crisis shows that the achievement of moral competence processed at school has not been able to result the optimal output to the moral awareness generation development of nation. This condition such that begun from verbalistic growth culture from the learning process which inclines to only teach moral education as the textual limitation. That phenomenon and fact cause many sides conclude that the importance of character education implementation intensively as the essence of moral awareness generation development. This perspective places moral as the main environment aspect which decides generation characterization. Therefore, moral awareness should be learned intently and progressed or developed by character education applicatively. When the first time of implementation of character education in the school environment, it needs to do by the moral conditioning then continue to the moral training. The Design Character education like this has a function as systemic moral ideas in progressing the generation moral awareness which is able to supply young generation with moral intelligence competence and character.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Amin, Etika (Ilmu Akhlak), Farid Ma’ruf (Penerj.) (Jakarta: Bulan Bintang, 1995).

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Karakter Perspektif Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012).

Borba, Michele. Buiding Moral Inteligence, The Seven Essential Virtues that Teach Kidsto do The Right Thing, Tert. “Membangun Kecerdasan Moral, Tujuh Kebajikan Utama untuk Membentuk Anak Bermoral Tinggi”, Lina Yusuf (Penerj.), (Jakarta: Gramedia, 2008).

Bambang Soenarko, Konsep Pendidikan Karakter (Kediri: Universitas Nusantara PGRI Kediri, 2010).

Dharma Kesuma, dkk, Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktek di Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013).

Darmiyati Zuchdi, Humanisasi Pendidikan: Menemukan Kembali Pendidikan Yang Manusiawi, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008).

Doni A. Koesoema, Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global (Jakarta: Grasindo, 2007).

E.J. Hobsbawm, The Invention of Tradition (New York: Cambridge University Press, 1983).

E. Mulyasa, Mangemen Pendidikan Karakter (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2012).

E.F Schaeffer, It's Time for Schools To Implement Character Education, NASSP Bulletin, 1999.

Holly Shepard Salls, Character Education: An Introduction (New York: University Press of America, 2007).

John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia (Jakarta: Gramedia, 2003).

J.R.S. Adisusilo, Pembelajaran Nilai Karakter (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012).

Kemdiknas, Desain Induk Pendidikan Karakter (Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, 2010).

Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing Dan Karakter Bangsa. Pengembangan Pendidikan dan Karakter Bangsa. (Jakarta: Kemendiknas, 2010).

Kemko Kesejahteraan Rakyat, Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa (Jakarta: Kemko Kesejahteraan Rakyat, 2010).

Kevin Ryan dan K. E Bohlin, Building Character in Schools: Practical Ways to Bring Moral Instruction to Life (San Francisco: Jossey Bass, 1999).

Mike Frye, Character Education: Informational Handbook and Guide for Support and Implementation of the Student Citizent Act of 2001 (North Carolina: Public Schools of North Carolina, 2002).

Masnur Muslich, Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011).

Pusat Bahasa Depdiknas, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), 639. Lihat juga Muclas Samani, dan Hariyanto, Konsep dan Model Pendidikan Karakter (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012).

R. Marten, Successful Coaching (Edisi Ketiga), (Champaign, IL: Human Kinetics, 2004).

Suyadi, Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013).

Sekretariat Negara Republik Indonesia, Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025 (Jakarta: Sekretariat Negara RI, 2007), Bab IV: tentang Arahan, Tahapan, dan PrioritasPembangunan Jangka Panjang 2005-2025.

Thomas Lickona, Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility (New York: Bantam Books, 1991).

Thomas Lickona, Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility, terj. Mendidik Untuk Membentuk Karakter:Bagaimana Sekolah dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Tanggung Jawab, Juma Abdu Wamaungo (Penerj.), (Jakarta: Bumi Aksara, 2012).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Bab II, Pasal 3: tentang Dasar, Fungsi, dan Tujuan Pendiikan Nasional.

Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2011).

Zainuddin, Reformasi Pendidikan: Kritik Kurikulum dan Manajemen Berbasis Sekolah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).

Published
2016-02-04
How to Cite
Anam, M. (2016). PENDIDIKAN KARAKTER: UPAYA MEMBENTUK GENERASI BERKESADARAN MORAL. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 2(2), 388-426. https://doi.org/10.15642/jpai.2014.2.2.388-426
Section
Articles