Telaah Komparatif Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan Islam di Saudi Arabia, Mesir, Malaysia, dan Indonesia

Rohil Zilfa

Abstract


Bahasa Indonesia:

Artikel ini menganalisis pengarusutamaan gender ditinjau dari perspektif perbandingan pendidikan bagi perempuan di beberapa negara Asia dan Afrika, di mana kondisinya memiliki persamaan dalam konstruksi sosiokultur, dan pengaruh interpretasi keagamaan yang dijadikan instrumen legitimasi superioritas laki-laki sangat tampak. Hal ini mempengaruhi ruang gerak perempuan pada wilayah publik, termasuk hak untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini adalah analisis komparatif tentang konstruksi sosial tentang perbedaan gender yang melahirkan ketidakadilan (gender inequalities) di Indonesia, Malaysia, Mesir dan Saudi Arabia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mulanya di beberapa negara di Asia (termasuk Indonesia) masih terjadi domestifikasi dan subordinasi pada perempuan, yang mana hal tersebut dibatasi dengan interpretasi agama yang selektif dan tradisional, sehingga mereka tidak mudah mengenyam pendidikan. Namun, dalam perkembangannya, terjadi peningkatan dalam keterlibatan perempuan di bidang pendidikan melalui pengarusutamaan gender oleh pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia di beberapa negara tersebut. Regulasi-regulasi yang telah ditetapkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam masalah ketidaksetaraan gender yang terjadi. Pengarusutamaan gender merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia yang terkorelasi dengan pendidikan Islam. Di Indonesia, hal yang menjadi perhatian Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia adalah dengan menetapkan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Madrasah.

 

English:

This article examines gender-mainstreaming effort from a perspective of comparative women education in several Asian and African countries, in which the countries have common socioculture condition and religious interpretation positioning male superiority over female. This situation affects female’s roles in public sphere, including female’s rights in pursuing higher degree of education. This study comparatively analyzes social contruction giving birth to gender inequalities in Indonesia, Malaysia, Egypt, and Saudi Arabia. The result of this study indicates several Asian countries (including Indonesia), at the beginning, experienced domestification and subordination of women due to traditional and selective religious interpretation, resulting difficulties to access to education for women. However, in its development, women has been increasingly involved in education through gender mainstreaming efforts by governments in order to develop human capacity in the countries. Several regulations indicates government’s serious efforts in solving the gender inequalities issues. This gender mainstreaming effort has become a part of human development strategy intergrated in Islamic education. In Indonesia, this issue got attention from Minister of Women Empowerment and Children Protection by issuing Ministry regulation No 11 of year 2010 regarding the Principality of Gender Mainstreaming in Madrasah.


Keywords


Mainstreaming; Gender; Education; Islam; Women;

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Arkoun, Muhammad. Tarikhiyyah Al-Fikr Al-‘Araby Al-Islamy, Terj. Hasyim Sholeh. Beirut: Markaz Al-Inma’ Al-Qaumi, 1998, Cet III.

Badran, Margot. Feminists, Islam and Nation; Gender and Making of Modern Egypt. Chichester, West Sussex: Princeton University Press, 1996.

Barlas, Asma. Cara Qu’ran Membebaskan Perempuan. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2005.

Fennell, Shailaja., and Arnot, Madeleine. Gender Education and Equality in Global Context; Conceptual Framework And Policy Perspective. Routledge: London and New York, 2007.

Gonibala, Rukmina. “Fenomena Bias Gender dalam Pendidikan Islam”, Iqra. Vol. 4 (Juli - Desember 2007).

Hermina, Dina. “Strategi Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pendidikan”, Mu’adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. 2, No. 1, (Januari–Juni 2014).

Ismail, Latifah. Factors Influencing Gender Gap In Higher Education of Malaysia: A University of Malaya Sample. Kuala Lumpur: Faculty of Education, University of Malaya.

Jawad, Haifa A. The Rights of Women in Islam: An Authentic Approach. New York: St. Martin’s Press, Inc.

Kandiyoti, Deniz. Women, Islam & the State. Philadelpia: Temple University Press, 1991.

Kelompok Kerja Convention Watch. Hak Azasi Perempuan; Instrumen Hukum untuk Mewujudkan Keadilan Gender. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007.

Lubis, Akhyar Yusuf. Pemikiran Kritis Kontemporer; Dari Teori Kritis, Culture Studies, Feminisme, Postkolonial Hingga Multikulturalisme. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Maraghi (al), Ahmad Musthofa. Tafsir al-Maraghi, Juz 4.

Maula, Bani Syarif. “Kepemimpinan dalam Keluarga: Perspektif Fiqh dan Analisis Gender,” Musawa; Jurnal Studi Gender dan Islam. Vol. 3, No. 1, (Maret 2004).

Ministry of Women, Family and Community Development of Malaysia. Measuring And Monitoring Gender Equality Malaysia's Gender Gap Index. Kuala Lumpur: Ministry of Women, Family and Community Development, 2007.

Muhammad, Husein. Fiqh Perempuan. Yogyakarta: LKiS, 2001.

Mulia, Musdah. Muslim Reformis: Perempuan Pembaru Keagamaan. Bandung: Mizan Pustaka, 2005.

Murata, Sachiko. The Tao of Islam: Kitab Rujukan tentang Relasi Gender dalam Kosmologi dan Teologi Islam, Terj. Rahmani Astuti dan M. S. Nasrullah. Bandung: Mizan, 1996.

Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Qasi (al), Muhammad Jamaludddin. Tafsir al-Qasi. Darul Kutub al-Ilmiyyah: Beirut, Juz 2.

Rusydiyah, Evi Fatimatur. "Pendidikan Islam dan Kesetaraan Gender (Konsepsi Sosial tentang Keadilan Beerpendidikan dalam Keluarga)”, Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies). Vol. 4 No. 1 (2016).

Setiadi, Elly M., & Kolip, Usman. Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial:Teori, Aplikasi dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana, 2011.

Subhan, Zaitunah. Tafsir Kebencian: Studi Bias Gender dalam Tafsir Al-Qur'an. Yogyakarta: LKIS, 1999.

Wadud, Amina. Qur’an Menurut Perempuan: Membaca Kembali Kitab Suci dengan Semangat Keadilan. Terj. Abdullah Ali. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006.

Alhareth, Yahya., Dighrir (al), Ibtisam., and Alhareth, Yasra. “Review Of Women’s Higher Education In Saudi Arabia, Science and Education Publishing from Scientific Research to Knowledge”, dalam http://pubs.sciepub. com.

BPS RI. “SUSENAS 2009-2011”, dalam http://www.bps.go.id.

Subiyantoro, Eko Bambang. “Sensitivitas Gender Kebijakan Pemerintahan Sby”, dalam www.theindonesianinstitute.com.

UNDP (Human Development Index Report, Gender Inequality Index), 2014, dalam http://hdr.undp.org.

UNESCO. “Promise Gender Equality – A Global Priority, The Division for Gender Equality”, 8, dalam http://www.unesco.org/genderequality.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jpai.2017.5.2.264-287

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeks:

Jurnal Pendidikan Agama Islam; address: UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. A. Yani 117 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237; email: jpai@uinsby.ac.id

issn(p) 2089-1946 & issn(e) 2527-4511



View My Stats