POLA PENDIDIKAN BERBASIS TAREQAT QADIRIYAH WAN NAQSABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN ASSALAFI AL-FITRAH SURABAYA

Moh. Taufiq

Abstract


Bahasa Indonesia:

Penelitian kualitatif ini dilakukan di Pondok Pesantren As>salafi Al-Fit}ra>h Surabaya. Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumentasi. Kemudian data dianalisa menggunakan teknik analisa induktif berdasarkan tipologi data dan konsep sebelum melakukan interpretasi. Pendidikan berbasis T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah adalah bimbingan, pengajaran dan pelatihan yang dilakukan oleh murs}hid, guru, T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah terhadap murid yang berlangsung sepanjang hayat untuk mensucikan jiwa, menjernihkan hati dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Murid adalah seseorang yang masuk T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah dan telah berbaiat kepada guru/ murs}hid. Adapun tujuannya adalah pendekatan diri kepada Allah (taqarru>b ila> Alla>h), pembersihan hati (tasfiyah al-qalb) dan penyucian jiwa (tazkiyat al-Nafs). Materi ajarannya meliputi empat ajaran pokok yaitu; 1) Kesempurnaan suluk, 2) Akhlaq Murid, 3) Dhikir,dan  4) Mura>qa>bah. Dan metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, demonstrasi, penugasan, mujahadah, tajribah, dan khalwat/ ’uzlah. Terdapat tiga pola pengajaran yang disampaikan di ponpes ini, pertama yaitu pendidikan, kedua risalah dan yang ketiga kewad}ifahan. Pendidikan yang diberikan di pondok pesantren ini merupakan kolaborasi ilmu kitab kuning dengan pengetahuan umum. Adapun hal-hal yang lainnya sama dengan pendidikan berbasis T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah pada umumnya.


English:

This qualitative research was conducted at Pondok Pesantren As>salafi Al-Fit}ra>h Surabaya. Data was collected by observation, in-depth interview, and documentation analysis. Data was analyzed inductively based upon its typology of data and concepts before interpreted. The education based upon T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah is a long-life guidance, learning, and training under a murs}hid of T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah in purpose of purifying soul and cleansing heart along with bringing the soul closer to Allah SWT. Disciple in the T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah has taken an oath to the teacher / murs}hid. The purpose of his training are taking closer to Allah (taqarru>b ila> Alla>h), cleansing the heart (tasfiyah al-qalb) and purifying soul (tazkiyat al-Nafs). The etaching materials involves four main teachings, such as 1) the perfection of suluk, 2) disciples’ practices of virtue, 3) remembering the Almighty, and 4) Mura>qa>bah. Teaching methods include lecturing, question and answer, demosntration, tasking, , mujahadah, tajribah, and khalwat/ ’uzlah. There are three types of learning in this pesantren, such as education, risalah (messaging), and kewad}ifahan. The education in this pesantren is a collaboration between the yellow scipture learning and secular science. The other aspects of education are the same as that of in pesantren with T}areqat Qa>diriyah wa>n Naqsyaba>ndiyah style.


Keywords


Pendidikan; T{areqa>t; Qa>diriyah Wa>n Naqsyaba>ndiyah; Risalah;

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdullah, Hawas. Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh-tokohnya di Nusantara. Surabaya: al-Ikhlas, 1980.

Abdurrahman, Muslikh. ‘Umdat al-Salik fi Khairi al-Masalik. Poerworejo: Syirkat al-Tijarah fi Ma’had Berjan, t.th.

___________________. al-Futu>hat al-Rabbaniyat fi al-Thariqat al-qadiriyat wa al-Naqsyabandiayah. Semarang: Toha Putra, 1994.

Aqib, Kharisuddin. Al-Hikamah; Memahami Teosofi Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Surabaya: Bina Ilmu, 2004.

Arifin, A. Shahibul Wafa Tajul. Miftah al- Shudur diterjemahkan oleh Abu Bakar Atjeh dengan judul Kunci Pembuka Dada. Juz I. Sukabumi: Kotamas, t.th.

Bruinessen, Martin Van. Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia. Bandung: Mizan, 1992.

Bukhari (al), Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al Mughirah. Shahih Al-Bukhari, juz 3. Beirut: Dar Ibn Katsir Al-Yamamah, 1987.

Ghazali (al), Abu Hamid Muhammad. Mi>za>n al-‘Amal. Bairut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1989.

______________________________. Raud}a>t al-T{a>libi>n wa ‘Umdah al-Sa>liki>n dalam Majmu>’ah Rasa>il al-Imam al-Ghaza>li. Bairut: Dar al-Fikr, 1996.

Hadziq, Abdul. Rekonsiliasi Psikologi Sufistik dan Humanitik. Semarang: Rasail, 2005.

Isa, Abdul Qadir. Hakekat Tasawuf. Jakarta: Qisthi Press, 2005.

Ishaqi (al), Achmad Asrori. al-Muntakhobat fi Ma>huwa al-Mana>qib. Surabaya: Al-Wafa, 2010.

Ishaqi (al), Muhammad Usman. Al-Khulashah al-Wafiah fi al-Adab wa Kaifiyat al al-Dzikr Inda Sadat al-Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Surabaya: Al-Fitrah, 1994.

_________________________. An Nuqthoh Fi Tahqiqir Robithoh. Surabaya: Al Wafa, 2010.

Jaila>ni (al), Abd. Qa>dir. al-Nu>r al-Burha>ni> min Mana>qib al-Shaikh ‘abd. Qa>dir al-Jaila>ni>. Semarang: karya Thaha Putra, 1383 H.

Junaidi, Mahfud. “Benang Merah Sufisme dan Pendidikan dalam Islam”, dalam MEDIA Jurnal Ilmu Pendidikan dan Islam. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 2000.

Kurdi> (al), Muhammad Amin>. Tanwi>r al-Qulu>b fi Mu’Ammalati ‘Allam al-Guyub. Bairut: Da>r al-Kutub al-‘lmiyyah, 1995.

Makkiy (al), Bakar, Abu. Kifayat al-Atqiya’ wa Minhaj al-Asfiya’. Surabaya: Sahabat Ilmu, t. Th.

Nahlawiy (al), Abdurrahman. Lingkungan Pendidikan Islam. Beirut: Da>r al-Fikr al-Ma’a>shir, 1983.

Najjar (al), Afiyyah fi Misr. Kairo: Dar al-Ma’arif. 1982.

Nasrullah. Zikir dan Kontemplasi dalam Tasawuf. Bandung: Pustaka Hidayah, 1996.

Nurhadi. Pendekatan Contekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL). Malang: Universitas Negeri Malang, 2002.

Qawaid. ‘Tarekat dan Politik: Kasus Tarekat Qadariyah wa Naqsyabandiyah di Desa Mraggen Jawa Tengah’. Tesis-PPS-UI, Jakarta, 1993.

Rahman, Abd. Al-Futuhat al-Rabbaniyat fi al-Thariqat al-Qadiriyat wa al-Naqsyabandiyat. Semarang: Toha Putra, 1994.

Schimmel, Annemarie. Mystical Dimension of Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1986.

Simuh. Sufisme Jawa: Tarnsformasi Tasawuf Islam ke Mistik Jawa. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1999.

Siraj, Said Aqil. Dialog Tasawuf Kiai Said Akidah Tasawuf dan Relasi Antarumat Beragama. Surabaya: Khalista, 2012.

Sulami (al), Abu Abd al-Rahma>n, T}abaqa>t al-S{ufiyyah. Kairo: Maktabah al-kha>niji>, 1986.

Trimingham, J. Spencer. The Sufi Orders in Islam. London: Oxford University Press, 1973.

Ya’cub, Mihmidaty. Pendidikan Tasawuf dan Aplikasinya. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press. 2011.

Yahya, Zukarni. “Asal usul Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah dan perkembangannya” dalam Harun Nasution (ed.), Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah: Sejarah Asal Usul dan Perkembangannya. Tasikmalaya: IAILM, 1990.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jpai.2017.5.1.138-160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeks:

Jurnal Pendidikan Agama Islam; address: UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. A. Yani 117 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237; email: jpai@uinsby.ac.id

issn(p) 2089-1946 & issn(e) 2527-4511



View My Stats